Little Fetus, panjangnya udah 3,9 cm dan jantungnya yang berupa bulatan hitam kecil di layar USG berdenyut sehat. Bakal kepala, badan dan kaki juga udah terlihat jelas. Sebulan itu lama banget ya buat periksa-periksa, rasanya kalau bisa tiap minggu aja dateng ke dokter. Untungnya, di klinik kantor Damar, bisa USG gratis sama dokter umum, jadi sewaktu-waktu kami berdua drama, well, aku sih yang biasanya drama, dengan berbagai alasan misalnya: ini hamil kok badanku gak berubah apa-apa ya Pamp? atau ini aku hamil beneran gak sih? Kalo udah kayak gitu bisa USG gratis di klinik. Senangnya...
Mual-mual? Masiiiih... Padahal udah mau masuk bulan ketiga ya, tapi kayaknya kondisi badan masih lemes, gampang ngantuk, dan mual-mual. Lucunya, mual-mual ini ada jadwalnya dong! Pagi sampai siang, sehat banget, makan enak kayak biasanya. Makan siang, udah mulai eneg-eneg aneh, jam dua perut rasanya penuh angin dan asam lambung, jam empat udah deh diem aja di meja kerja sambil tarik nafas buang nafas pelan-pelan. Jam lima, tepat sebelum pulang, jackpot lah di toilet kantor, atau kalau lagi beruntung, jackpot di rumah. Abis makan malem, yang dipaksa-paksain, langsung teler tiduran di kamar. Nanti ya, jam sembilan malem, perut langsung enakan, kepala gak pusing muter-muter lagi, sehat segar kayak gak ada apa-apa!
Oya, kemarin pindah dokter, bulan lalu di dr. Hervy di RS Tamb*k, dokternya enak, cuma waktu itu sama dia karena dr. Bote (sebelum hamil, udah pernah periksa sama dia) lagi cuti. Bulan ini, coba di RSIA B*di Kemuly*an, rencananya ke dokter Bunindro, tapi kesiangan kesananya, akhirnya sama dokter Hasan. Entah aku yang beruntung atau gimana, semua dokter kandungan yang udah aku datengin, cocok-cocok aja tuh. Rekomendasi temen, internet, dan lain-lain sih tetep diperhatikan ya, tapi nggak menjadikan itu sebagai tuntutan: Harus sama dokter yang terkenal! (misalnya). Aku sih asal dokternya gak jutek (penting!), jawab pertanyaannya dengan tulus dan penuh perhatian, gak buru-buru, dan antrinya gak pake lama, udah cukup bikin hati senang. Pasien gampangan! haha. Serius loh, seterkenalnya kayak apa, kalau harus antri sampe jam 11 malem, menyerah aja.
Pertimbangan berikutnya adalah harga. Berhubung gak dapet reimburse dari kantor, jadi berburu RSIA bagus yang masih terjangkau. Tamb*k, Bu*da, menurutku sih kemahalan ya. Not that we don't want to give all the best for little fetus, all the best kan bukan cuma masalah mahal murah ya, kalau di RSIA YP* atau Budi Kemuly*an, dengan fasilitas sama, dokter yang sama bermutunya, dan calon ibu sama ayah bisa nyaman, kenapa mesti bayar yang mahal? (anak ekonomi banget ini, hihi)
Begitulah, hasil konsultasi lainnya, berat badan turun 2 kilo, gak apa-apa kata dokternya, baby nya kan sehat. Yang harus diperhatikan sekarang adalaaaah, minum susunya, kalau pas kontrol bulan depan belum bisa minum susu sehari dua gelas, terpaksa dikasih kalsium. Berhubung selama hamil ini, aku anti obat, jadi sekarang berusaha banget minum susunya ini. Semoga berhasil!
See you next month, baby!
0 komentar:
Poskan Komentar