21 Oktober, 2011

Relationship

Aku yakin, semua orang yang menikah itu seiring jalannya waktu, hubungannya jadi lebih kayak 'sahabat' daripada lover. Percaya banget deh, soalnya kan menikah itu tentang bayar cicilan rumah, nabung ini itu, mudik kemana lebaran tahun ini, sampai perencanaan besar tentag masa depan. 

Kami berdua, dasarnya udah temenan, dari tahun 2006. Temen yang beneran temenan dekeeet, kenal semana-mananya, sampai ke the darkest side of our life. Anyhow, setelah nikah, kami tetep melihat banyak hal baru dari pasangan. Dan setelah melalui analisis mendalam (ihiy) kayaknya, sahabat yang akhirnya nikah itu, lebih mudah di pihak cewek daripada pihak cowok, karena:

Pas sahabatan:
  • Cewek kalau temenan sama cowok, cenderung menjadikan sisi tough dan cuwawakan sebagai default setting. Bukan fake ya, manusia kan punya beberapa sisi, nah yang banyakan temenan sama cowok memang jadinya 'terkondisikan' tough biar bisa bertahan hidup di antara becandaan kasar dan pembicaraan yang to the point.
  • Cowok ke temen deketnya yang cewek, biasanya lebih terbuka mengenai perasaannya. Dalam keadaan tertentu, dia bodo amat terlihat lemah, toh sama temen ini. Teruuus, karena cewek pada dasarnya control freak, biasanya si temen cowok ini suka terima beres. Dari mulai minta tolong nyariin kado buat pacarnya, ide apa buat anniversary sama pacarnya, sampai pesen tiket pesawat atau booking macem-macem kalau lagi mau jalan rame-rame ke luar kota.
Pas pacaran:
  •  Cewek itu mau yang segarang apapun, kalau sama pacarnya biasanya manja. Dalam kasus tertentu manja buanget semanja-manjanya, sampai temennya bisa gak percaya si cewek ini bisa semanja itu sama pacarnya karena dalam pergaulan sehari-hari dia bukan cewek menye-menye.
  • Cowok, kalau sama pacarnya, default settingnya adalah melindungi. Jadi cowok yang semestinya gimana lah ya. Gak lemah, menenangkan, sabar seluas samudera, ya begitulah dan lain sebagainya.
Kesimpulan:
  • Cowok yang akhirnya pacaran trus nikah sama sahabatnya, di awal-awal bakalan butuh penyesuaian memotret si cewek tangguh dan tahan banting yang selama ini dia kenal, jadi cewek yang manja suka minta peluk dan hobi ndusel-ndusel. Ini adalah periode yang cukup berat ya buat cowok, bahwa wanita yang dipacarinya ini adalah juga wanita yang juga temennya itu. 
  • Cowok juga gak bisa se-terima beres kayak jaman dulu, gimanapun ini sekarang ceweknya/istrinya, dia harus get involved dengan perencanaan macam-macam, kalau nggak, si cewek bisa ngamuk. Gak mau dong jadi putus atau ada pertengkaran hebat dalam keluarga.
  • Sementara itu, cewek bakalan melihat sisi sahabatnya yang cowok geradakan itu, ternyata juga bisa bikin adem. Tanggung jawab sama kebahagiaan si cewek, berusaha ini itu buat bikin seneng si cewek. 
  • Kesulitan si cewek paling di awal-awal hubungan agak-agak aneh ya buat manja yang super manja ke temen sendiri, tapi kalau aku sih karena dari pas temenan juga dikit-dikit udah manja, jadi sekarang tinggal menaikkan derajat kemanjaannya aja. :)
  • Sedangkan Damar, diawal-awal pacaran dan nikah, selalu bilang, "Aku gak pernah menduga kamu itu semanja ini ya, Pep....", trus ngomongnya seakan-akan aku punya penyakit menular yang mematikan. Huahahaha.
Intinya sih ya, semua relationship itu kan ada 'model' nya sendiri-sendiri. Ada yang dimulai dari pacaran kenal cuma 3 bulan trus nikah, ada yang pacaran 8 tahun baru nikah, atau kayak kami, temenan bertahun-tahun, pacaran bentar, trus nikah. Kami berdua kalau disuruh romantis dengan tipe orang yang nikah setelah pacaran 3 bulan itu, ya pasti gak bisalah! Romantis yang kirim bunga sama coklat bentuk hati? Bisa ketawa-ketawaan ngakak berdua sambil tampar-tamparan, mungkin...

Kami berdua juga bukan tipe yang sama-sekali-nggak-manis sama pasangan, justru desperately romantic person malah. Cuma tipe nya yang romantis-kreatif kali ya (opo iki?), hahaha. Maksudnya, menganggap romantis tu kalau ditulisin sesuatu di blog, pegangan tangan pas lagi nonton acara musik, dikasih link lagu dengan lirik manis di youtube, atau dikasih poster dari foto yang diambil candid sama dia. Ya gitu-gitu deh, yang sederhana, tapi ya emang romantisnya tipe kami. 

Jadi, kayaknya gak usah ya trying so hard untuk menampilkan sisi relationship yang 'bukan kita banget' tapi 'yang kita mau banget tapi sebenernya gak kayak gitu', buat apa kan? Siapa yang mau dibikin terkesan coba? Hihi. Udah ah, semoga semua pasangan di dunia ini bahagia yaaa... Muah!

0 komentar:

Poskan Komentar