Kalau umur maksimal bayi di kandungan, demi alasan kesehatan, adalah 40 minggu, maka anak bayi di dalam perut ini udah melewati setengah dari perjalanannya. Semoga sisa beberapa belas minggu ini, kamu nggak kesempitan di dalam sana ya, bell pepper?
Minggu lalu, hari Jumat semangat banget ke dokter Bahar karena ini adalah periksa ketiga, yang mana dua periksa sebelumnya plus satu periksa darurat nggak di USG, artinyaaa hari itu kemungkinan bisa liat udah seberapa gede dia. Sebelum periksa dokter, diukur tensi sama timbang badan sama susternya, tensi 110/70 mudah-mudahan sampai bulan-bulan tua kehamilan tensinya baik-baik aja yaa... Berat badan sekarang 55 kilo, naik sekitar 3-4 kilo dari berat badan normal sebelum hamil. Targetnya sih yang normal-normal aja ya kenaikannya, minimal 9 kilo, maksimal 15 kilo. Aku tipe orang yang yang percaya bahwa untuk nutrisi, kita gak boleh membatasi. Apa aja yang bergizi dan punya manfaat buat bayi, go ahead. Tapi, bukan berarti jor jor an makan gula-gulaan, yang manfaatnya dikit, tapi menyumbang kegemukan berlebihan di bayi dan ibunya.
Ketemu pak dokter langsung ditanyain, "Gimana nak, makannya udah enak?", aku yang sekarang minimal makan sehari empat kali seneng banget jawab pertanyaan dokter kali ini. Gak emosi kayak trimester awal dulu, secara minum teh manis aja mual! Diperiksa detak jantung bayinya, alhamdulillah normal, kenceng banget suaranya. Trus USG! Pertama langsung keliatan jantungnya yang berdenyut dan berbeda dari USG beberapa bulan lalu, sekarang profil dia sebagai bayi sudah terbentuk. Tulang-tulangnya terlihat, organ-organ dalam, ukuran kepala, alhamdulillah kata dokter semua normal. Sampai di USG bagian bawah badannya, kendung kemih udah terlihat, tapiiii alat kelaminnya belum kelihatan jelas. You wanna play hide and seek with us? Fine... :)
BPD (ukuran tulang pelipis kiri dan kanan) = 5,5 cm
FL (panjang tulang paha) = 4 cm
FW (berat badan) = 500 gr
GA (perkiraan umur janin) = 22 weeks + berapa hari gitu, lupa
Letak plasenta bagus, nggak low lying atau previa.
You're doing fine, so far, bell pepper! Dengan tendangan yang semakin kenceng tiap malem atau tiap aku bad mood, bikin kami semakin hari semakin merasa kalau kamu real.
Oiya, karena si bayi ini belum mau menampakkan apakah dia a SHE or a HE, padahal nama bayi yang udah fix adalah nama cowok, sekarang aku sama damar lagi semangat nyusun-nyusun nama anak cewek. Not that we don't have any idea ya, justru nama cewek ini banyaaaaaaak banget. Lucu-lucu pula. Tapi menyusun beberapa kata jadi satu rangkaian nama, itu yang susah. Susah karena kebanyakan pilihan!
Cheers untuk minggu ke-22! Alhamdulillah....
0 komentar:
Poskan Komentar